Gresik-Di wilayah kecamatan balongpanggang kabupaten Gresik, Kepala desa beserta perangkatnya patut bersyukur karena Alokasi Dana Desa yang ditunggu tunggu sudah cair, kenyataan ini di ungkapkan oleh bendahara desa tanahlandean kecamatan balongpanggang di kantornya senin kemarin.
Menurut pria paruh baya ini, dari total anggaran sebesar lima ratus juta tersebut , dua puluh lima prosen sudah cair, dan sudah dipindah bukukan ke rekening kepala desa dan perangkatnya masing masing, rincianya, untuk kepala desa sesuai peraturan bupati gresik, nominalnya lima juta kali tiga bulan, sekretaris desa Tiga Juta Dua ratus ribu rupiah kali tiga bulan, perangkat desa lainya seperti kaur dan kasun sebesar Dua Juta Sembilan ratus kali tiga bulan, ketua BPD sebesar Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah dikalikan tiga bulan, untuk wakil dan sekretaris nya sebesar Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah juga dikalikan tiga bulan, sementara untuk anggotanya sebesar Enam Ratus lima puluh ribu rupiah, terakhir
Untuk RT dan RW masing masing menerima seratus ribu rupiah dikalikan tiga bulan," Totalnya Seratus Empat puluh sekian juta mas saya lupa pastinya, setelah dibagikan tinggal Dua puluh sembilan juta mas, katanya serius.
Memang kalau Alokasi Dana Desa itu hanya cukup untuk membayar tunjangan kepala desa dan perangkatnya saja mas," tidak untuk yang lain lanjutnya.
Bila dilihat dari porsi anggaran untuk ADD yang besaran nilainya mencapai Lima Ratus Juta Rupiah, sementara jumlah desa di kabupaten Gresik sekitar tiga ratus tiga puluh desa, kalau dikalikan dengan dengan besarnya alokasi Dana desa akan ketemu angka 1500 Miliar atau 1,5 T sedangkan APBD Gresik Hanya 4 T, artinya seperempat anggaran tersebut terkuras untuk menggaji kepala desa dan perangkatnya, belum lagi lagi untuk gaji dan tunjangan di organisasi Perangkat Daerah yang lain,.yo ludes co..
Lha terus berapa anggaran yang digunakan untuk kepentingan masyarakat Gresik, kalau setiap tahun hanya digunakan untuk kepentingan isi perut pejabat dan aparatur sipil negara saja.
Sementara kinerja pemerintahan desa berbanding terbalik dengan besaran tunjangan yang mereka Terima.
Walah mas balai desa ku itu bukak nya siang, kadang jam sembilan belum ada orang, jam sepuluh baru ada satu dua orang, jam dua belas siang sudah tutup, ujar salah seorang warga yang sengaja tidak kami sebutkan namanya dengan nada kecewa.
Kerjanya juga gak jelas, cuman datang, ngopi, ngobrol ngalor ngidul gak jelas juntrunganya setelah itu pamit pulang dengan berbagai macam alasan," Ujarnya dengan nada sinis.
Gus bupati tolong dengarkan keluhan rakyat itu, jangan diam saja, sekali kali disidak, agar duit rakyat yang dikeluarkan untuk menggaji mereka itu tidak terbuang percuma. (fan)